RAMADANberkonotasi membakar seluruh perilaku buruk pada diri manusia, ini dapat diartikan secara lugas bahwa dengan Ramadan kita bertekad menghilangkan seluruh tabiat buruk pada diri kita masing-masing.
Demikian halnya denganasshaum(puasa) yang berkonotasi mengendalikan hawa nafsu manusia yang berpotensi negatif ke arah hawa nafsu yang berpotensi positif, sehingga nafsu itu menjadi pelecut terhadap seluruh aktivitas manusia untuk senantiasa berbuat kebajikan dan senantiasa peduli terhadap sesama meraih gelar taqwa menuju kemenangan dalam madrasah ibadah Ramadan sebulan lamanya, hingga memasuki bulan kelahiran baru 1 Syawal kembali ke fitri.
Demikian dikemukakan Koordinator Kebijakan Publik Lembaga Hikmah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Nadjamuddin Ramly di Jakarta, Jumat (2/7).
Ia mengutip firman Allah SWT melalui surat al Quran yang terpopuler di bulan Ramadan, surat Al Baqarah ayat 183:"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang terdahulu sebelum kamu, agar kamu bertaqwa,"
Menurut Nadjamuddin, menggapai derajat taqwa sebagaimana tujuan fundamental ibadah puasa itu adalah terwujudnya kepekaan dan kepedulian sosial pada kaum muslimin, disamping pelaksanaan ibadah mahdah yang bersifat ritual yang menyertainya seperti sahur, iftar (berbuka puasa),qiyamurramadan, tadarrus alQur'an, zakat-infaq-sadaqah, serta 'itikaf 10 Ramadhan terakhir hingga salat Idul Fitri.
Mantan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah ini mengajak umat Islam merefleksikan kembali ibadah Ramadan yang telah memasuki detik detik terakhir ini dengan pertanyaan mengapa seluruh rangkaian ibadah puasa Ramadan berakhir dengan Idul Fitri?
Ia menjawab bahwa jika tujuan puasa adalah mewujudkan taqwa pada diri setiap mukminin, apalagi hanya taqwa yang menjadi bekal satu-satunya menghadap Allah Azzawajalla diakhirat nanti."Maka sangat terang benderanglah pada diri setiap mukminin akan wujud Idul Fitri pada dirinya."
Idul Fitri yang berdimensi lahirnya manusia baru atau manusia yang kembali pada fitrahnya menuju kemenangan, sebagai hasil godokan dalam berpuasa itulah yang nantinya kita harapkan mengisi dan menggerakkan pembangunan di Indonesia sehingga perilaku, Kolusi Korupsi dan Nepotisme (KKN), primordialistik, tamak dan ingin menang sendiri serta seluruh penyakit hati bisa terhapus di negeri yang mayoritas muslim ini, Insya Allah," jelasnya.
Jadi, Idul Fitri atau kembali ke fitrah atau kemenangan adalah lahirnya sebuah perilaku manusia yang baik dan berkualitas,dengan lahir sifat-sifat kejujuran atau keamanahan, kecerdasan serta kesantunan dalam berbagai hal disemua elemen kehidupan manusia.
Ia mempertegas bahwa secara fisik sejatinya wujud kemenangan itu tidak ada, namun hal itu tercermin pada perilaku manusianya yang kamil atau paripurna.
Takut
Jika taqwa berkonotasi 'takut' atau kehati-hatian, maka perilaku taqwa itu adalah sebuah ketakutan dan kehati-hatian untuk tidak melakukan pelanggaran atau penyimpangan dari bangun tidur sampai tidur kembali.
"Jadi untuk meraih predikat taqwa tidaklah mudah dan tidak gampang karena harus melalui empat tangga yakni tangga sebagai muslim, sebagai mukmin, sebagai muhsin dan sebagai mukhlis. Jika akumulasi ke empat tangga ini kita raih maka insya Allah predikat taqwa itu bisa kita raih," ujarnya.
Namun ,kata dia,kita harus istiqamah detik per detik dalam kehidupan kita menjaga dan berhati-hati untuk tidak melakukan pelanggaran."Jadi pada hakikatnya kehadiran taqwa itulah kita menggapai kemenangan,"pungkasnya
Nadjamuddin menambahkan dengan perintah Ibadah saum Ramadan banyak butiran hikmah yang terkandung maksud dan pesan Allah SWT untuk menanamkan sebuah kesadaran pada umat manusia, seperti nilai-nilai kasih sayang, kesabaran, kedamaian, kesantunan, kepekaan dan kepedulian sosial dapat terinternalisasi pada diri setiap manusia ciptaanNya.
Dalam kepedulian sosial, kelompok masyarakat menengah ke atas mereka hanya bisa merasakan betapa nestapa dan menderitanya orang-orang mustad'afin dan para fukara-masakin hanya saat mereka menunaikan amaliyah-amaliyah Ramadan secara sungguh-sungguh,sehingga dapat menyadarkan kelompok menengah ke atas tentang arti dan makna sebuah kenestapaan dan penderitaan yang dialami pada sesama.
Hiburan,bisnis,game,tip dan trick,lain lain
- Aplikasi Hp nokia s60v3 (1)
- Cerita islam (1)
- Cerita islami (3)
- Cerpen gokil (1)
- Infotatement (1)
- Kisah islami (2)
- kumpulan aplikasi (1)
- Kumpulan gambar lucu (1)
- Kumpulan Tafsir Qur'an (1)
- Produksi (1)
- Tips (1)
- usaha Kecil Menengah (1)
Game,aplikasi,hiburan,sport,bisnis,lain lain
- Aplikasi Hp nokia s60v3 (1)
- Cerita islam (1)
- Cerita islami (3)
- Cerpen gokil (1)
- Infotatement (1)
- Kisah islami (2)
- kumpulan aplikasi (1)
- Kumpulan gambar lucu (1)
- Kumpulan Tafsir Qur'an (1)
- Produksi (1)
- Tips (1)
- usaha Kecil Menengah (1)
Minggu, 29 Juni 2014
Kembali Menuju Kemenangan
Label:game infotemen,hiburan,tip &trick
Cerita islami
Sabtu, 28 Juni 2014
Tentang Saya
nama sya:Anang Sutisna
domisili:kb Sumedang.
Status :lajang
pkerjaan:blum tentu
Saya sedang Mencari Pendamping Hidup Yg mau Nerima Ap Adany Sj.tanpa Memandang Materi..Sy Cuma Orang Sederhana..
Jam Moding nokia s60v3
Asalamualaikum wr .wb
Pda ksmpatan x ini sy mengucpkan slmt menunaikan Ibdah Puasa SmOga Sllalu Diberi Kelancaran Dlm Segi Usaha Maupun Ibadah.
Eaa.Pda Ksmpatan Ini Sy akan Memberikan Aplikasi Desclok Mod atw Jam Moding Buat Pengguna Hp Nokia Seri S60v3 Dan liat gambar
1.
2.
Dan Jam ini Bisa Dipareasi Sedemikian Tinggal Cari Fail Jam Yang Ada Di Desclok/skin.zip.ok yg berminat tinggal download
deskclockmod-v102b3.zip
Dan untuk Aplikasi Lainnya Kunjungi Wap site Saya D MyWapblog url http://zoyr3dizak.heck.in/.
sponsor link mywapblog
⠝⠝⠝⠝⠝wslmualaikum⠝⠝⠝⠝⠝
⡟.⢈by Anang. To For All ⠟
Pda ksmpatan x ini sy mengucpkan slmt menunaikan Ibdah Puasa SmOga Sllalu Diberi Kelancaran Dlm Segi Usaha Maupun Ibadah.
Eaa.Pda Ksmpatan Ini Sy akan Memberikan Aplikasi Desclok Mod atw Jam Moding Buat Pengguna Hp Nokia Seri S60v3 Dan liat gambar
1.
2.
Dan Jam ini Bisa Dipareasi Sedemikian Tinggal Cari Fail Jam Yang Ada Di Desclok/skin.zip.ok yg berminat tinggal download
deskclockmod-v102b3.zip
Dan untuk Aplikasi Lainnya Kunjungi Wap site Saya D MyWapblog url http://zoyr3dizak.heck.in/.
sponsor link mywapblog
⠝⠝⠝⠝⠝wslmualaikum⠝⠝⠝⠝⠝
⡟.⢈by Anang. To For All ⠟
Label:game infotemen,hiburan,tip &trick
Aplikasi Hp nokia s60v3
Senin, 02 Juni 2014
Anang Blog: Vidio lucu gokil lagi galau
Anang Blog: Vidio lucu gokil lagi galau: http://m.youtube.com/watch?sns=tw&v=AQCGfKvO5sAhttp://i.ytimg.com/vi/AQCGfKvO5sA/hqdefault.jpg?w=160&h=120&sigh=IAZzfGslYmZm-2PV...
Anang Blog: Vidio lucu gokil lagi galau
Anang Blog: Vidio lucu gokil lagi galau: http://m.youtube.com/watch?sns=tw&v=AQCGfKvO5sAhttp://i.ytimg.com/vi/AQCGfKvO5sA/hqdefault.jpg?w=160&h=120&sigh=IAZzfGslYmZm-2PV...
Vidio lucu gokil lagi galau
http://m.youtube.com/watch?sns=tw&v=AQCGfKvO5sAhttp://i.ytimg.com/vi/AQCGfKvO5sA/hqdefault.jpg?w=160&h=120&sigh=IAZzfGslYmZm-2PVlyOh5lwFUwg
Senin, 26 Mei 2014
Jujur tapi bohong
Abu Hurairah ra., berkata, “Rasulullah SAW menyerahkan kepadaku penjagaan dan pengawasan zakat (Baitul Maal) di bulan Ramadhan. Pada saat menjelang subuh, datang seseorang untuk mencuri makanan, kemudian aku tangkap dan aku berkata kepadanya, “Sungguh aku akan melaporkan engkau kepada Rasulullah SAW.” Kemudian pencuri itu berkata, “Lepaskan aku, sungguh aku berbuat demikian, karena aku dan keluargaku sangat membutuhkan makanan ini.” Abu Hurairah merasa iba hatinya dan kemudian pencuri itu dilepaskannya.
Pagi harinya Rasulullah SAW datang dan Abu Hurairah menceritakan tentang kejadian semalam, “Wahai Abu Hurairah, apa yang dikerjakan tawanan itu semalam?” tanya Rasulullah kepada Abu Hurairah. “Ya.. Rasulullah, dia mengadu bahwa keluarganya sangat membutuhkan makanan, sehingga aku merasa kasihan padanya dan kemudian aku melepaskannya.” “Ketahuilah, Abu Hurairah, sesungguhnya dia berbuat kebohongan padamu dan dia akan kembali lagi.” ujar Rasulullah SAW kepada Abu Hurairah.
Mendengar jawaban tegas dari Rasulullah SAW itu, Abu Hurairah percaya dan dia pun siap menanti kedatangan pencuri itu. Ternyata benar, pencuri itu datang lagi untuk mengambil makanan. Dan untuk yang kedua kalinya Abu Hurairah menangkap orang itu seraya berkata kepadanya, “Sungguh, sekarang aku akan melaporkan engkau kepada Rasulullah SAW.” Kembali pencuri itu berkata, “Jangan, jangan.., lepaskan aku dan aku berjanji tidak akan datang lagi selamanya. Ketahuilah bahwa aku mencuri karena aku punya banyak kebutuhan, aku punya keluarga dan anak yang sangat membutuhkan itu semua.” Mendengar keluh pencuri itu pun hati Abu Hurairah tidak tega dan dengan menyatakan tidak akan mencuri lagi, maka pencuri itupun dilepaskannya.
Seperti biasa pagi harinya, Rasulullah SAW datang untuk mengontrol dan bertanya kepada Abu Hurairah, “Bagaimana cerita semalam tentang pencuri itu wahai Abu Hurairah..?” Abu Hurairah menjawab, “Wahai Rasulullah, dia tetap mengadukan tentang kebutuhan keluarganya dan dia berjanji tidak akan kembali lagi. Aku sangat iba kepadanya, maka aku melepaskannya lagi.” Rasulullah SAW tersenyum kemudian berkata, “Sesungguhnya dia telah berbohong kepadamu, namun dia akan kembali lagi.”
Abu Hurairah pun merasa bingung dan untuk kali ini dia akan berusaha untuk hati-hati dalam memutuskan sesuatu, tapi tetap ada perasaan bahwa pencuri itu akan kembali lagi dengan adanya keterangan dari Rasulullah.
Malam berikutnya, dengan rasa penasaran Abu Hurairah menanti datangnya pencuri itu. Ternyata benar, pencuri itu datang lagi dan Abu Hurairah kembali menangkapnya, “Sungguh kali ini aku harus melaporkan kepada Rasulullah, sebab sudah tiga kali engkau mencuri dan engkau juga berjanji tidak akan kembali lagi, namun kenyataannya engkau kembali lagi.” Pencuri itu berkata, “Lepaskan aku.. wahai Abu Hurairah, sebagai imbalannya akan kuajarkan kepadamu beberapa kalimat yang Allah akan memberikan manfaat kepadamu.”
“Kalimat apakah itu?” tanya Abu Hurairah. “Bila engkau akan tidur dan telah meletakkan badan di tempat tidur, maka bacalah Ayat Kursi sampai selesai. Sesungguhnya Allah akan menjagamu dan setan tidak akan mendekat padamu sampai pagi” jawab pencuri itu. Abu Hurairah terpesona dengan ajaran pencuri itu kemudian kembali dia melepaskannya.
Pagi harinya sebelum Rasulullah Muhammad SAW datang, Abu Hurairah mendatangi beliau, kemudian Rasulullah pun berkata, “Apa yang dilakukan oleh tawanan itu semalam?” Abu Hurairah menjawab, “Dia mengajarkan beberapa kalimat yang Allah akan memberikan manfaat kepadaku, lalu aku lepaskan dia.” “Kalimat apakah itu?” tanya Rasulullah selanjutnya. “Wahai Rasulullah, tawanan itu berkata kepadaku, agar aku membaca Ayat Kursi apabila akan tidur.” jawab Abu Hurairah.
“Ingat..! Sesungguhnya dia kali ini jujur kepadamu, sekalipun dia pembohong. Sekarang wahai Abu Hurairah, apakah engkau tahu siapa yang engkau ajak berbicara sejak tiga malam itu?” tanya Rasulullah SAW, dan Abu Hurairah pun menjawab, “Aku tidak tahu dan tidak mengenal dia wahai Rasulullah.” Kemudian Rasulullah SAW menjelaskan, “Ketahuilah Abu Hurairah, bahwa dia adalah Setan.”
Hadits ini diriwayatkan kembali oleh Bukhari – Muslim, dan satu pelajaran yang dapat diambil dari padanya bahwa, apabila setan mengajarkan apa saja kepada kita dan membujuk dengan tipu daya, maka jangan kita terima, sebab setan itu musuh manusia yang nyata, kecuali apa yang telah diterangkan Rasulullah SAW dalam hadits di atas.
Jika Rasulullah SAW menyatakan bahwa kali ini setan itu jujur walau dia pembohong, maka ikuti saja apa yang telah Rasul nyatakan, tapi jika yang menyatakan bukan Rasulullah SAW, maka janganlah kita percaya, sebab setan itu musuh. Alhamdulillah, semoga kita selalu mendapat rahmat Allah SWT sehingga selalu terhindar dari bujuk rayu setan.
Baca juga cerita islami lainnya
Pagi harinya Rasulullah SAW datang dan Abu Hurairah menceritakan tentang kejadian semalam, “Wahai Abu Hurairah, apa yang dikerjakan tawanan itu semalam?” tanya Rasulullah kepada Abu Hurairah. “Ya.. Rasulullah, dia mengadu bahwa keluarganya sangat membutuhkan makanan, sehingga aku merasa kasihan padanya dan kemudian aku melepaskannya.” “Ketahuilah, Abu Hurairah, sesungguhnya dia berbuat kebohongan padamu dan dia akan kembali lagi.” ujar Rasulullah SAW kepada Abu Hurairah.
Mendengar jawaban tegas dari Rasulullah SAW itu, Abu Hurairah percaya dan dia pun siap menanti kedatangan pencuri itu. Ternyata benar, pencuri itu datang lagi untuk mengambil makanan. Dan untuk yang kedua kalinya Abu Hurairah menangkap orang itu seraya berkata kepadanya, “Sungguh, sekarang aku akan melaporkan engkau kepada Rasulullah SAW.” Kembali pencuri itu berkata, “Jangan, jangan.., lepaskan aku dan aku berjanji tidak akan datang lagi selamanya. Ketahuilah bahwa aku mencuri karena aku punya banyak kebutuhan, aku punya keluarga dan anak yang sangat membutuhkan itu semua.” Mendengar keluh pencuri itu pun hati Abu Hurairah tidak tega dan dengan menyatakan tidak akan mencuri lagi, maka pencuri itupun dilepaskannya.
Seperti biasa pagi harinya, Rasulullah SAW datang untuk mengontrol dan bertanya kepada Abu Hurairah, “Bagaimana cerita semalam tentang pencuri itu wahai Abu Hurairah..?” Abu Hurairah menjawab, “Wahai Rasulullah, dia tetap mengadukan tentang kebutuhan keluarganya dan dia berjanji tidak akan kembali lagi. Aku sangat iba kepadanya, maka aku melepaskannya lagi.” Rasulullah SAW tersenyum kemudian berkata, “Sesungguhnya dia telah berbohong kepadamu, namun dia akan kembali lagi.”
Abu Hurairah pun merasa bingung dan untuk kali ini dia akan berusaha untuk hati-hati dalam memutuskan sesuatu, tapi tetap ada perasaan bahwa pencuri itu akan kembali lagi dengan adanya keterangan dari Rasulullah.
Malam berikutnya, dengan rasa penasaran Abu Hurairah menanti datangnya pencuri itu. Ternyata benar, pencuri itu datang lagi dan Abu Hurairah kembali menangkapnya, “Sungguh kali ini aku harus melaporkan kepada Rasulullah, sebab sudah tiga kali engkau mencuri dan engkau juga berjanji tidak akan kembali lagi, namun kenyataannya engkau kembali lagi.” Pencuri itu berkata, “Lepaskan aku.. wahai Abu Hurairah, sebagai imbalannya akan kuajarkan kepadamu beberapa kalimat yang Allah akan memberikan manfaat kepadamu.”
“Kalimat apakah itu?” tanya Abu Hurairah. “Bila engkau akan tidur dan telah meletakkan badan di tempat tidur, maka bacalah Ayat Kursi sampai selesai. Sesungguhnya Allah akan menjagamu dan setan tidak akan mendekat padamu sampai pagi” jawab pencuri itu. Abu Hurairah terpesona dengan ajaran pencuri itu kemudian kembali dia melepaskannya.
Pagi harinya sebelum Rasulullah Muhammad SAW datang, Abu Hurairah mendatangi beliau, kemudian Rasulullah pun berkata, “Apa yang dilakukan oleh tawanan itu semalam?” Abu Hurairah menjawab, “Dia mengajarkan beberapa kalimat yang Allah akan memberikan manfaat kepadaku, lalu aku lepaskan dia.” “Kalimat apakah itu?” tanya Rasulullah selanjutnya. “Wahai Rasulullah, tawanan itu berkata kepadaku, agar aku membaca Ayat Kursi apabila akan tidur.” jawab Abu Hurairah.
“Ingat..! Sesungguhnya dia kali ini jujur kepadamu, sekalipun dia pembohong. Sekarang wahai Abu Hurairah, apakah engkau tahu siapa yang engkau ajak berbicara sejak tiga malam itu?” tanya Rasulullah SAW, dan Abu Hurairah pun menjawab, “Aku tidak tahu dan tidak mengenal dia wahai Rasulullah.” Kemudian Rasulullah SAW menjelaskan, “Ketahuilah Abu Hurairah, bahwa dia adalah Setan.”
Hadits ini diriwayatkan kembali oleh Bukhari – Muslim, dan satu pelajaran yang dapat diambil dari padanya bahwa, apabila setan mengajarkan apa saja kepada kita dan membujuk dengan tipu daya, maka jangan kita terima, sebab setan itu musuh manusia yang nyata, kecuali apa yang telah diterangkan Rasulullah SAW dalam hadits di atas.
Jika Rasulullah SAW menyatakan bahwa kali ini setan itu jujur walau dia pembohong, maka ikuti saja apa yang telah Rasul nyatakan, tapi jika yang menyatakan bukan Rasulullah SAW, maka janganlah kita percaya, sebab setan itu musuh. Alhamdulillah, semoga kita selalu mendapat rahmat Allah SWT sehingga selalu terhindar dari bujuk rayu setan.
Baca juga cerita islami lainnya
Label:game infotemen,hiburan,tip &trick
Cerita islam
Langganan:
Postingan (Atom)
