Selasa, 14 Oktober 2014

kuda silat dari Buahdua

Sumedang: Matahari baru saja menyinari
Kota Sumedang, Jawa Barat.
Kota yang termasyhur dengan
makanan tahu ini sepintas
memang tak terlalu istimewa
dibanding kota-kota lain di Tanah Pasundan yang
umumnya dikelilingi bukit
dan pegunungan. Namun tak
banyak yang mengetahui, di
balik keindahan panorama
alam kota di kaki Gunung Tampomas ini banyak
menyimpan tradisi unik. Satu
di antara tradisi yang cukup
melegenda adalah kuda
renggong atau kuda silat.
Disebut demikian lantaran hewan itu memiliki
kepiawaian ngarenggong yang
artinya menari.
Tradisi kuda renggong amat
mengakar di tengah
masyarakat Sumedang. Lantaran itulah, tak terlalu
sulit menemukan warga
Sumedang, khususnya di
pedesaan, larut mengibing
bersama kuda-kuda yang
terlatih menari. Tengoklah suasana di halaman rumah
seorang warga Desa Ciherang,
Kecamatan Rancakalong,
Kabupaten Sumedang. Belum
lama ini, kegembiraan meruap
riang seiring alunan suara sinden dan nada-nada petabuh
gamelan. Seperti tak ada
jarak antara hewan dan
manusia dalam tradisi ini.
Keceriaan ini adalah
gambaran dari kesibukan sehari-hari di halaman
kediaman Memet, menjelang
Festival Kuda Renggong.
Anggota grup Duyung dari
Desa Ciherang ini setiap hari
memang selalu berkumpul di rumah Memet untuk berlatih.
Kuda renggong adalah bentuk
kesenian yang sangat populer
di Sumedang. Hampir setiap
desa di kabupaten yang
berjarak sekitar 45 kilometer dari Kota Bandung ini
mempunyai kelompok
kesenian kuda renggong.
Begitu populernya kesenian
ini, sehingga setiap kali
gamelan kuda renggong ditabuh akan selalu
mengundang kehadiran
banyak orang.
Sejatinya, kuda silat adalah
seni menaklukkan dan melatih
kuda agar bisa menari dan bermain silat. Seperti halnya
karakter orang Sumedang
yang sangat menggandrungi
ngibing, maka setiap
pementasan kuda renggong
pun selalu dimeriahkan tarian dari siapa pun yang tak
tahan untuk berjoget.
Begitulah bergoyang
sepuasnya mengikuti alunan
musik, bahkan hingga
mengalami transenden atau kerasukan.
Di Sumedang, kuda silat
kelompok Duyung dari Desa
Ciherang yang dipimpin
Memet memang cukup
tersohor. Grup kesenian ini telah memenangkan beberapa
kali kejuaraan kuda
renggong. Popularitas mereka
telah membuat kelompok ini
sering diundang ke berbagai
hajatan. Acapkali bila ada sunatan di Ciherang, mereka
akan diundang untuk
menghibur pengantin sunat.
Sang pengantin sunat naik ke
atas pelana lalu diarak
keliling kampung. Maklum, bagi warga Sumedang adalah
suatu kebanggaan bila mereka
bisa mengundang grup
Duyung saat khitanan.
Kendati tak terlalu banyak
berharap akan meraih juara, kebiasaan Memet sedikit
berubah menjelang
perlombaan. Kuda-kuda
miliknya diperlakukan cukup
istimewa. Rumput yang
disajikan tak lagi rumput sembarangan. Namun,
rumput-rumput pilihan.
Perawatan tubuh kuda juga
dilakukan dengan hati-hati,
termasuk cara memandikan
hewan tersebut. Kecintaan Memet terhadap
kuda muncul sejak kecil.
Tepatnya, saat dirinya sering
diajak sang ayah ke arena
pacuan balap kuda. Kebetulan,
ayahnya memang seorang joki tangguh yang cukup disegani
seantero Sumedang. Sejak
itulah, kecintaan Memet
terhadap kuda dari hari ke
hari semakin besar. Kendati
demikian, dia tak mengikuti jejak ayahnya sebagai joki.
Memet lebih senang melatih
kuda menari atau bersilat.
Tak sia-sia, kini tiga kuda
miliknya yang diberi nama Si
Lipur, Si Dongdot, serta Si Duyung sudah pandai menari
dan bersilat.
Tradisi kuda renggong ini tak
lepas dari sejarah masa
lampau. Pada permulaan abad
XVIII, kuda menjadi alat transportasi di kalangan
menak atau bangsawan
Sumedang. Terutama saat
memeriksa daerah
kekuasaanya. Ini tak terlepas
dari titah Bupati Sumedang Pangeran Aria Suriaatmaja
yang berkuasa pada tahun 1882
sampai 1919. Untuk itu,
Pangeran Aria yang juga
dijuluki sebagai Pangeran
Mekah mendatangkan banyak kuda dari Pulau Sumbawa,
Nusatenggara Barat dan
Pulau Sumba, Nusatenggara
Timur. Akibatnya, kala itu,
jumlah kuda-kuda di
Sumedang membengkak mencapai ratusan ekor.
Biasanya, kuda-kuda ini
dititipkan ke penduduk
setempat untuk dipelihara.
Dan tersebutlah salah seorang
pemelihara kuda bernama Sipan, warga Desa Cikurubuk,
Kecamatan Buahdua, sekitar
20 kilometer dari Sumedang.
Sejak kecil, Sipan yang
dijuluki Ki Sipan sudah
menyenangi kuda. Dia merasa senang jika diperintahkan
ayahnya yang bernama Bidin
untuk memandikan kuda.
Mula-mula Sipan mencoba
mengiringi kuda yang akan
dimandikan dengan iringan tetabuhan bambu angklung dan
dogdog atau sejenis perkusi
dogdog. Ternyata, kuda
peliharaannya mengikuti
irama musik tersebut dan
menggerak-gerakkan kakinya, seperti yang telah diajarkan
atau dilatih.
Pangeran Aria mendengar
kabar itu. Dia gembira. Dua
ekor kuda bernama Si Ciengek
dan Si Dengek dikirimkan untuk dilatih Sipan. Dan
untuk pertama kalinya pula,
sewaktu acara khitanan
keluarga Pangeran Aria, Si
Cengek dan Si Dengek menari
di depan warga Sumedang. Awalnya, mereka menyebut
kuda renggong itu sebagai
"kuda igel" karena dapat
ngigel atau menari.
Selepas Ki Sipan wafat pada
tahun 1939, kemampuan melatih kuda pun diteruskan
anaknya yang bernama Ki
Sukria. Semenjak itulah
hingga sekarang, tradisi kuda
renggong tetap dilestarikan.
Bukan perkara gampang membuat kuda piawai menari
dan bersilat. Perlu
keterampilan dan kesabaran
yang memadai. Dalam hal ini,
Memet tak bekerja sendiri.
Dia dibantu pelatih kuda silat. Terutama buat
menghadapi Festival Kuda
Renggong.
Malam menjelang Festival
Kuda Renggong, Memet
bersama sejumlah anggota tim kuda renggongnya pergi ke
Bukit Kalajengking.
Tujuannya berikhtiar ke
sebuah batu besar yang
menurut cerita turun
temurun ada bekas tapak kaki kuda terbang. Konon, tapak
kaki ini adalah bekas pijakan
kuda putih bersayap milik
seorang pangeran. Sebagian
pecinta kuda percaya,
menjelang lomba kuda, ikhtiar ke Bukit Kalajengking
akan membuat kuda jagoannya
menang.
Dan, tibalah hari lomba yang
dinanti-nanti. Tim duyung
tampak sibuk mempersiapkan diri menuju arena lomba.
Meski sebelumnya tak pernah
mendapat gelar juara pada
setiap lomba, mereka berharap
kuda dari timnya berlaga
dengan penuh gairah. Tentunya, grup Duyung tak
mau kalah dengan 12 peserta
tim kuda renggong dari
kecamatan lain.
Sebelum menuju arena, ritual
khusus pun dilakukan, yakni membakar kemenyan. Harum
kemenyan yang sudah diberi
air jampi-jampi ini
dipercaya bisa membuat
kuda-kuda menari dengan
lincah dan bersilat dengan tangguh. Setelah semua
rampung, tim Duyung pun
bergerak menuju arena
pertarungan dengan
menggunakan truk sewaan.
Sesampainya di lokasi lomba, para pelatih memberikan
instruksi agar mereka bisa
tampil optimal. Maklumlah,
tim-tim lawan cukup tangguh.
Dari tiga belas peserta, grup
Duyung mendapat giliran kedua. Nomor urut ini cukup
menguntungkan karena
mereka tak perlu lama
menunggu giliran.
Animo masyarakat Sumedang
menyaksikan lomba ini pun cukup tinggi. Baik tua
maupun muda, serta anak-
anak datang ke arena untuk
menyaksikan kuda-kuda
menari dan bersilat.
Dalam lomba ini, tim juri akan menilai gerakan-gerakan
kuda. Ada beberapa gerakan
yang dinilai. Pertama adalah
adegan di mana kuda
bergerak melintang atau ke
pinggir. Kedua, torolong atau kuda bergerak dengan
langkah kaki pendek-pendek
dan cepat. Ketiga, derap atau
jorog yakni gerak langkah
kaki kuda jalan biasa. Dan
terakhir, congklang yakni kuda bergerak dengan kedua
kaki bersamaan ke arah depan.
Pada festival kali ini,
kelompok Duyung turun di
nomor tarian dan silat. Dua
nomor ini memang menjadi andalan mereka. Usai
mengikuti lomba dan sambil
menunggu hasil penilaian
juri, tim duyung pun
beristirahat sambil bersantap
siang. Rasa penat selepas lomba dan hawa terik di
Sumedang, siang itu cukup
menyedot energi mereka.
Satu per satu peserta telah
tampil. Kini tibalah saatnya
mendengar pengumuman dewan juri yang menentukan
para juara. Tak disangka-
sangka, meski bukan sebagai
juara pertama, tim Duyung
mampu menyabet gelar juara.
Mereka meraih juara dua kuda silat dan juara harapan
pertama kuda renggong.
Grup Duyung pun menyambut
kemenangan ini dengan penuh
kegembiraan. Mereka benar-
benar tak menduga bakal bisa menjadi juara. Di pengujung
acara, kegembiraan peserta
pun ditutup dengan
mengibing bersama kuda-
kuda. Sebuah tradisi masa
silam yang entah sampai kapan akan bertahan.(ANS/Satriana
Budi dan Anambotono) SHARE

Kamis, 10 Juli 2014

Jangan abaikan pesan ini kiti kirim doa2 untuk saudara2 kita umat muslim yg ada di jalur gaza

Kalau memang kita tak bisa berangkat maju perang setidaknya kita dapat mengirimkan doa untuk saudara kita di GAZA.
*Doa Untuk Muslim Gaza #PrayForGaza *
اللَّهُمَّ اهْدِنَا فِيمَنْ هَدَيْتَ ،
Ya Allah, berilah kami petunjuk sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk
وَعَافِنَا فِيمَنَ عَافَيْتَ
Selamatkanlah kami dalam golongan orang-orang yang Engkau telah pelihara
وتَوَلَّنَا فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ ،
Uruslah kami di antara orang-orang yang telah Engkau urus
وَبَارِكْ لَنَا فِيمَا أَعْطَيْتَ ،
Berkahilah kami dalam segala sesuatu yang Engkau telah berikan
وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ ،
Hindarkanlah kami dari segala bahaya yang Engkau telah tetapkan
إِنَّكَ تَقْضِي وَلا يُقْضَى عَلَيْكَ ،
Sesungguhnya Engkaulah yang menentukan dan bukan yang ditentukan
وَإِنَّهُ لا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ ،
Sesungguhnya tidak akan jadi hina orang yang telah Engkau lindungi
تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ
Engkau wahai Rabb kami adalah Maha Mulia dan Maha Tinggi.
(HR Thabrani 3/123)
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَ الْمُسلِمِين
Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum Muslimin
اللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَاننَاَ الْمُسلِمِين وَ المُجَاهِدِينَ فِي فِلِسْطِين
Ya Allah, tolonglah kaum Muslimin dan Mujahidin di Palestina
اللَّهُمَّ ثَبِّتْ إِيمَانَهُمْ وَ أَنْزِلِ السَّكِينَةَ عَلَى قُلُوبِهِم وَ وَحِّدْ صُفُوفَهُمْ
Ya Allah, teguhkanlah Iman mereka dan turunkanlah ketenteraman di dalam hati mereka dan satukanlah barisan mereka
اللَّهُمَّ أَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِينَ
Ya Allah, hancurkanlah kaum kuffar dan kaum musyrikin
اللَّهُمَّ دَمِّرِ الْيَهُود وَ إِسْرَآئِل وَ شَتِّتْ شَمْلَهُم وَ فَرِّقْ جَمْعَهُمْ
Ya Allah, binasakanlah kaum Yahudi dan pasukan Israel dan cerai- beraikanlah kesatuan mereka
اللَّهُمَّ انْصُرْ المُجَاهِدِينَ عَلَى أَعْدَائِنَا أَعْدَاءَ الدِّين
Ya Allah, menangkanlah kaum Mujahidin atas musuh kami musuh agama
بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّحِمِينَ
dengan RahmatMu, Wahai Yang Maha Pengasih
وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ
Dan sampaikanlah Sholawat kami kepada Nabi Muhammad.
Saudaraku, ketahuilah bahwa doa merupakan salah satu senjata penting kaum muslimin. Itulah sebabnya menjelang Perang Badar Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengawali perang dengan berdoa memohon pertolongan Allah bagi kemenangan pasukan Islam. Sedemikian khusyu’nya beliau berdoa sehingga sempat tiga kali surbannya jatuh dan setiap kali jatuh diangkat kembali oleh sahabat Abu Bakar.
Saudaraku, jangan pernah remehkan pengaruh doa Anda apalagi jika mendoakan saudara muslim tanpa sepengetahuan fihak yang didoakan. Doa Qunut Nazilah yang kita bacakan sekarang berkaitan dengan pembantaian pasukan Zionis Israel atas saudara-saudara kita kaum muslimin di Gaza, Palestina. Intinya kita memohon kepada Allah Yang Maha Kuasa agar menolong dan memenangkan kaum muslimin dan mujahidin Palestina di Gaza sembari mengharapkan kekalahan bahkan kehancuran fihak Yahudi Zionis Israel.
Saudaraku, tidak banyak yang bisa kita lakukan. Sungguh, kita sangat geram, sedih sekaligus menyesal bahwa tidak banyak yang bisa kita lakukan untuk kaum Muslimin Palestina di Gaza. Mereka dizalimi oleh kekuatan terlaknat pasukan Zionis Israel. Mereka diharuskan berada di dalam sebuah pertempuran tidak seimbang. Hanya doa yang bisa kita kirim untuk mereka. Ingatlah, doa bukan perkara ringan. Ia merupakan senjata orang beriman. Marilah kita mengharuskan diri membaca doa Qunut Nazilah dalam sholat-sholat kita pada hari-hari ini.
Saudaraku, doa Anda tidak ada yang diabaikan oleh Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengbulkan doa hamba-hambaNya yang beriman dan beramal sholeh. Percayalah, kemenangan Islam dan Ummat Islam pasti terjadi, sebab itulah skenario Allah….
Allahu Akbar wa lillahilhamd…!!!
“Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara,
Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara,
Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara,
turunkan para Malaikatmu untuk membantu para Mujahidin di Gaza dan Seluruh Palestina,
sebagaimana telah kau turunkan ribuan Malaikat di Badar, di Khandaq dan di Tabuk.
Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara,
ringankanlah penderitaan saudara- saudara kami di Gaza,
kuatkanlah terus generasi baru dari antara anak-anak mereka,
menjadi generasi yang akan membawa kami pada kejayaan Islam lewat Jihad fii Sabiilillah.
Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara,
janganlah Kau biarkan kami termasuk orang-orang yang berpangku tangan melihat kezaliman atas saudara- saudara kami.
Daftarkan nama-nama kami dalam daftar panjang para Mujahidin Mukhlisin dan para Syuhada yang menjemput Syurga-Mu.
Jangan Kau biarkan dunia yang hina ini melingkupi kehidupan kami sampai lupa pada Negeri Akhirat-Mu.
Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara,
Anugerahkan kepada kami kesabaran memegang teguh agama-Mu dan wafatkan kami dalam keadaan Muslim.”

Serangan ke mesjid gaza saat shalat dzuhur


di atas Gambar mesjid gaza

--Pesawat tempur Zionis-Israel, hari Selasa (08/07/2014) telah menyerang dua buah masjid di Khan Younis, Gaza Selatan, bertepatan dengan shalat Dzuhur, namun belum ada informasi mengenai korban akibat serangan ini.

DikutipPusat Informasi Palestina (PIC),pengawas di lapangan menyatakan, pesawat tempur zionis menyerang Masjid Al-Huda dan Masjid Umar bin Abdul Aziz di Khan Younis Timur, Gaza Selatan, Selasa siang.

Disebutkan, serangan berlangsung saat iqomat shalat Dzuhur di dua masjid tersebut, namun belum ada informasi mengenai jatuhnya korban meninggal maupun luka akibat serangan ini.*
Rep
wasalam ..berdoa trus untuk kaum muslim yg berada di jalur Gaza

Minggu, 29 Juni 2014

Kembali Menuju Kemenangan

RAMADANberkonotasi membakar seluruh perilaku buruk pada diri manusia, ini dapat diartikan secara lugas bahwa dengan Ramadan kita bertekad menghilangkan seluruh tabiat buruk pada diri kita masing-masing.
Demikian halnya denganasshaum(puasa) yang berkonotasi mengendalikan hawa nafsu manusia yang berpotensi negatif ke arah hawa nafsu yang berpotensi positif, sehingga nafsu itu menjadi pelecut terhadap seluruh aktivitas manusia untuk senantiasa berbuat kebajikan dan senantiasa peduli terhadap sesama meraih gelar taqwa menuju kemenangan dalam madrasah ibadah Ramadan sebulan lamanya, hingga memasuki bulan kelahiran baru 1 Syawal kembali ke fitri.
Demikian dikemukakan Koordinator Kebijakan Publik Lembaga Hikmah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Nadjamuddin Ramly di Jakarta, Jumat (2/7).
Ia mengutip firman Allah SWT melalui surat al Quran yang terpopuler di bulan Ramadan, surat Al Baqarah ayat 183:"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang terdahulu sebelum kamu, agar kamu bertaqwa,"
Menurut Nadjamuddin, menggapai derajat taqwa sebagaimana tujuan fundamental ibadah puasa itu adalah terwujudnya kepekaan dan kepedulian sosial pada kaum muslimin, disamping pelaksanaan ibadah mahdah yang bersifat ritual yang menyertainya seperti sahur, iftar (berbuka puasa),qiyamurramadan, tadarrus alQur'an, zakat-infaq-sadaqah, serta 'itikaf 10 Ramadhan terakhir hingga salat Idul Fitri.
Mantan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah ini mengajak umat Islam merefleksikan kembali ibadah Ramadan yang telah memasuki detik detik terakhir ini dengan pertanyaan mengapa seluruh rangkaian ibadah puasa Ramadan berakhir dengan Idul Fitri?
Ia menjawab bahwa jika tujuan puasa adalah mewujudkan taqwa pada diri setiap mukminin, apalagi hanya taqwa yang menjadi bekal satu-satunya menghadap Allah Azzawajalla diakhirat nanti."Maka sangat terang benderanglah pada diri setiap mukminin akan wujud Idul Fitri pada dirinya."
Idul Fitri yang berdimensi lahirnya manusia baru atau manusia yang kembali pada fitrahnya menuju kemenangan, sebagai hasil godokan dalam berpuasa itulah yang nantinya kita harapkan mengisi dan menggerakkan pembangunan di Indonesia sehingga perilaku, Kolusi Korupsi dan Nepotisme (KKN), primordialistik, tamak dan ingin menang sendiri serta seluruh penyakit hati bisa terhapus di negeri yang mayoritas muslim ini, Insya Allah," jelasnya.
Jadi, Idul Fitri atau kembali ke fitrah atau kemenangan adalah lahirnya sebuah perilaku manusia yang baik dan berkualitas,dengan lahir sifat-sifat kejujuran atau keamanahan, kecerdasan serta kesantunan dalam berbagai hal disemua elemen kehidupan manusia.
Ia mempertegas bahwa secara fisik sejatinya wujud kemenangan itu tidak ada, namun hal itu tercermin pada perilaku manusianya yang kamil atau paripurna.
Takut
Jika taqwa berkonotasi 'takut' atau kehati-hatian, maka perilaku taqwa itu adalah sebuah ketakutan dan kehati-hatian untuk tidak melakukan pelanggaran atau penyimpangan dari bangun tidur sampai tidur kembali.
"Jadi untuk meraih predikat taqwa tidaklah mudah dan tidak gampang karena harus melalui empat tangga yakni tangga sebagai muslim, sebagai mukmin, sebagai muhsin dan sebagai mukhlis. Jika akumulasi ke empat tangga ini kita raih maka insya Allah predikat taqwa itu bisa kita raih," ujarnya.
Namun ,kata dia,kita harus istiqamah detik per detik dalam kehidupan kita menjaga dan berhati-hati untuk tidak melakukan pelanggaran."Jadi pada hakikatnya kehadiran taqwa itulah kita menggapai kemenangan,"pungkasnya
Nadjamuddin menambahkan dengan perintah Ibadah saum Ramadan banyak butiran hikmah yang terkandung maksud dan pesan Allah SWT untuk menanamkan sebuah kesadaran pada umat manusia, seperti nilai-nilai kasih sayang, kesabaran, kedamaian, kesantunan, kepekaan dan kepedulian sosial dapat terinternalisasi pada diri setiap manusia ciptaanNya.
Dalam kepedulian sosial, kelompok masyarakat menengah ke atas mereka hanya bisa merasakan betapa nestapa dan menderitanya orang-orang mustad'afin dan para fukara-masakin hanya saat mereka menunaikan amaliyah-amaliyah Ramadan secara sungguh-sungguh,sehingga dapat menyadarkan kelompok menengah ke atas tentang arti dan makna sebuah kenestapaan dan penderitaan yang dialami pada sesama.

Sabtu, 28 Juni 2014

Tentang Saya


nama sya:Anang Sutisna
domisili:kb Sumedang.
Status :lajang
pkerjaan:blum tentu
Saya sedang Mencari Pendamping Hidup Yg mau Nerima Ap Adany Sj.tanpa Memandang Materi..Sy Cuma Orang Sederhana..

Jam Moding nokia s60v3

Asalamualaikum wr .wb
Pda ksmpatan x ini sy mengucpkan slmt menunaikan Ibdah Puasa SmOga Sllalu Diberi Kelancaran Dlm Segi Usaha Maupun Ibadah.
Eaa.Pda Ksmpatan Ini Sy akan Memberikan Aplikasi Desclok Mod atw Jam Moding Buat Pengguna Hp Nokia Seri S60v3 Dan liat gambar
1.
2.
Dan Jam ini Bisa Dipareasi Sedemikian Tinggal Cari Fail Jam Yang Ada Di Desclok/skin.zip.ok yg berminat tinggal download
deskclockmod-v102b3.zip

Dan untuk Aplikasi Lainnya Kunjungi Wap site Saya D MyWapblog url http://zoyr3dizak.heck.in/.
sponsor link mywapblog

⠝⠝⠝⠝⠝wslmualaikum⠝⠝⠝⠝⠝



⡟.⢈by Anang. To For All ⠟

Senin, 02 Juni 2014

Anang Blog: Vidio lucu gokil lagi galau

Anang Blog: Vidio lucu gokil lagi galau: http://m.youtube.com/watch?sns=tw&v=AQCGfKvO5sAhttp://i.ytimg.com/vi/AQCGfKvO5sA/hqdefault.jpg?w=160&h=120&sigh=IAZzfGslYmZm-2PV...